Destructive Testing atau Pengujian Merusak adalah metode pengujian material/struktur dengan cara merusak sebagian atau seluruh sampel untuk mengetahui sifat mekanis yang sebenarnya (aktual), seperti kuat tekan, kuat tarik, dan karakteristik kegagalan. Berbeda dengan Non-Destructive Testing, Destructive Testing memberikan hasil paling akurat, tetapi konsekuensinya ada kerusakan pada elemen yang diuji.
A. Tujuan Destructive Testing
- Mengetahui kekuatan aktual material
- Validasi hasil Non-Destructive Testing
- Quality control material konstruksi
- Investigasi kegagalan struktur
- Menentukan kelayakan struktur secara lebih detail
B. Jenis-Jenis Layanan Destructive Testing
- Uji Kuat Tekan Beton (Compression Test)
- Core Drill Test (Beton Existing)
- Uji Tarik Baja (Tensile Test)
- Uji Lentur (Flexural Test)
- Uji Geser (Shear Test)
- Pull Out / Pull Off Test
- Uji Material Tanah (Geoteknik)
C. Aplikasi di Lapangan
- Quality control proyek (beton & baja)
- Evaluasi bangunan existing
- Audit struktur (legal & teknis)
- Investigasi kegagalan (retak, runtuh, dll)
- Verifikasi desain vs kondisi aktual