Destructive Testing

Kami berkomitmen memberikan layanan rekayasa yang mengutamakan keamanan struktur, efisiensi desain, dan kepatuhan standar teknik.

Destructive Testing

#KonsultanTeknikSipil 

Destructive Testing atau Pengujian Merusak adalah metode pengujian material/struktur dengan cara merusak sebagian atau seluruh sampel untuk mengetahui sifat mekanis yang sebenarnya (aktual), seperti kuat tekan, kuat tarik, dan karakteristik kegagalan. Berbeda dengan Non-Destructive Testing, Destructive Testing memberikan hasil paling akurat, tetapi konsekuensinya ada kerusakan pada elemen yang diuji.

 

A. Tujuan Destructive Testing

  • Mengetahui kekuatan aktual material
  • Validasi hasil Non-Destructive Testing
  • Quality control material konstruksi
  • Investigasi kegagalan struktur
  • Menentukan kelayakan struktur secara lebih detail

B. Jenis-Jenis Layanan Destructive Testing

  • Uji Kuat Tekan Beton (Compression Test)
  • Core Drill Test (Beton Existing)
  • Uji Tarik Baja (Tensile Test)
  • Uji Lentur (Flexural Test)
  • Uji Geser (Shear Test)
  • Pull Out / Pull Off Test
  • Uji Material Tanah (Geoteknik)

C. Aplikasi di Lapangan

  • Quality control proyek (beton & baja)
  • Evaluasi bangunan existing
  • Audit struktur (legal & teknis)
  • Investigasi kegagalan (retak, runtuh, dll)
  • Verifikasi desain vs kondisi aktual