Geotechnical Engineering adalah cabang dari Teknik Sipil yang mempelajari perilaku tanah dan batuan serta interaksinya dengan struktur di atasnya. Bidang ini menjadi fondasi utama dalam setiap proyek konstruksi, karena kegagalan tanah dapat menyebabkan penurunan (settlement), longsor, kegagalan pondasi, dan keruntuhan struktur.
A. Tujuan Geotechnical Engineering
- Mengetahui karakteristik tanah
- Menentukan daya dukung tanah (bearing capacity)
- Menganalisis stabilitas lereng & tanah
- Mendesain pondasi yang aman & efisien
- Mengontrol penurunan tanah (settlement)
B. Lingkup Layanan Geotechnical Engineering
- Soil Investigation (Penyelidikan Tanah)
- Boring (Deep Borehole)
- SPT (Standard Penetration Test)
- CPT / Sondir (Cone Penetration Test)
- Pengambilan sampel tanah (disturbed & undisturbed)
- Laboratory Testing (Uji Laboratorium Tanah)
- Kadar air (water content)
- Berat jenis & berat volume
- Atterberg limits
- Uji geser (direct shear)
- Triaxial test
- Konsolidasi
- Foundation Design (Perencanaan Pondasi)
- Footplat / telapak
- Pondasi lajur
- Tiang pancang
- Bore pile
- Daya dukung
- Penurunan
- Stabilitas
- Settlement Analysis (Analisis Penurunan)
- Immediate settlement
- Consolidation settlement
- Differential settlement
- Gedung bertingkat
- Struktur berat (pabrik, silo, tanki)
- Slope Stability Analysis (Analisis Stabilitas Lereng)
- Lereng alami & buatan
- Timbunan (embankment)
- Galian (cutting)
- Jalan raya
- Tambang
- Proyek perumahan di area miring
- Ground Improvement (Perbaikan Tanah)
- Preloading + PVD
- Soil replacement
- Stone column
- Deep mixing
- Grouting
- Meningkatkan daya dukung
- Mengurangi settlement
- Mempercepat konsolidasi
- Settlement monitoring
- Inclinometer
- Piezometer
- Gedung tinggi
- Jalan & jembatan
- Proyek industri & pabrik
- Bendungan & embankment
- Tambang & perkebunan